Selasa, 17 Mei 2011

Jika Aku Mati

Aku, kamu, mereka dan semuanya pasti tahu kalau kematian akan selalu mengintai. Kematian akan datang secara tiba-tiba, tidak peduli usia, jabatan, sedang apa kita, ataupun sedang dimana kita. Satu hal yang pasti, kita tidak akan pernah bisa lari dari kematian.
Mengingat kematian akan membuat kita semakin mawas diri. Tapi, tetap saja sang musuh abadi akan selalu “mendakwahkan” kita ke jalan mereka yang sesat. Maka kemalasan pun kadang-kadang (atau bahkan sering?) membuat kita menyia-nyiakan waktu dan terbuai dengan kenikmatan dunia yang pana.
Jika aku mati, aku tahu dengan pasti, orangtua dan keluargaku adalah orang yang akan sangat merasa kehilangan. Aku tahu, untuk saat ini, jika aku mati dengan usia sekarang, orangtua dan keluargaku yang akan menangis dengan keras. Aku tahu dengan pasti, karena aku harapan mereka, tapi toh kematian akan datang begitu saja, tidak peduli apakah aku harapan orangtua dan keluargaku apa bukan. Tapi satu hal yang pasti, aku sangat takut, yah, aku sangat takut.
Aku harap,saat aku mati, orangtua dan keluarga ku akan mengikhlaskan aku, aku tahu pasti ini yang terbaik. Toh aku, kamu, mereka dan semuanya bukan milik orangtua kita,bukan milik keluarga kita. Aku, kamu, mereka dan semuanya hanya milikNya.
Jika aku mati, aku tidak tahu, apakah teman-teman ku akan merasa kehilangan aku atau tidak. Karena aku tahu, aku tidak bisa selamanya membantu dan memberi yang terbaik untuk mereka. Aku tahu, aku pernah menyakiti mereka dengan lisan yang tak terjaga, hati yang kotor dan perbuatan yang menorehkan luka. Meski tak sedikit dari mereka yang pernah menyakiti aku juga. Aku hanya ingin mereka memaafkan semuanya, mengikhlaskan semuanya. Maaf atas kata yang tak terjaga, hati yang tak sebening embun pagi, hati yang penuh prasangka dan perbuatan yang membuat pertemanan kita tidak seindah cerita dongeng. Meski dalam hati aku selalu berusaha memberi yang terbaik untuk mereka. Aku menyayangi mereka. Tapi entah mereka menyayangi ku atau tidak. Toh, aku, kamu, dan mereka sadar bahwa teman yang sejati adalah amal sholeh yang kita lakukan. Maka berhentilah untuk berharap semua orang mencintai kita, tetapi jangan berhenti untuk selalu memberi yang terbaik dan mencintai mereka...:p.
Tapi satu hal yang pasti, aku takut, yah, aku sangat takut.
Jika aku mati, tolong matikan aku dalam keadaan islam ku yang utuh ya Rabb, tolong matikan aku dalam keadaan khusnul khotimah. Tolong terima amal-amalku yang mungkin hanya sebesar partikel atom daripada dosa ku yang menggunung. Aku tahu, tidak akan ada yang pernah siap menghadapi kematian kecuali orang-orang yang benar-benar ridho atas takdir dan sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Tapi, aku tahu, saat ini aku bukan orang seperti itu, aku hanya manusia yang masih labil, masih tergoda dengan “nikmatnya” masa-masa remaja. Meski seperti itu, aku tidak akan pernah bisa menolak saat kematian itu ada di depan mata. Tapi satu hal yang pasti, aku takut, yah, aku sangat takut. Ketakutanku melebihi ketakutan akan terjadi sesuatu pada orangtuaku jika aku mati. Ketakutanku akan melebihi ketakutanku yang tidak pedulikan aku saat aku tak lagi berjuang dengan mereka.
Aku takut kau matikan aku dalam keadaan bermaksiat
Aku takut Kau matikan aku dalam keadaan membenci orang
Sesungguhnya aku takut ya Rabb, aku sangat takut.
Aku takut pada Mu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar