Sejak aku merasa harus lebih memperbaiki diri, Allah menuntunku untuk mengambil satu langkah besar dalam hidupku.
Menggenapkan setengah dien...
Sejak memutuskan untuk menggenapkan setengah dien, aku mencoba membersihkan hatiku, mengosongkan hatiku untuk melenyapkan segala kecenderungan yang pernah ada.
Sejak memutuskan untuk melayangkan proposal kepada murrobi, aku yakinkan dalam hati bahwa Allah akan memberi yang terbaik. Aku yakin awal yang baik,proses yang baik, akan berakhir dengan kebaikan dan keberkahan.
Dan sejak Arsyi Allah bergetar,sejak aku ambil “Mitsaqan Gholidzo” (perjanjian yang kuat) darimu, sejak itupula, sejak detik itu aku memutuskan untuk mencintaimu, seutuhnya, selamanya karena-Nya.
Sejak setelah itu sampai detik ini, tidak terasa usia pernikahan kita sudah dua bulan lebih lamanya, bukan tanpa ujian dan masalah, kadang ada air mata disana, ada rasa sakit dihati, namun lebih banyak kenyamanan yang aku rasa, lebih banyak kebahagian yang aku rasa, sungguh seribu kali lipat lebih banyak dari kesedihan.
Sejak aku lahir, nikmat mana yang bisa aku dustakan? Apalagi sejak bersamamu? Terlebih sejak Allah titipkan calon mujahid/mujahidah yang sedang berkembang dalam perutku saat ini.
Sungguh, sejak semuanya aku sadari, semakin aku mengerti Allah telah memberi aku kebahagian yang luar biasa, terimakasih ya Allah atas segalanya, atas karunia yang sering aku tak syukuri, terimakasih ya Allah atas keluarga kecil kami yang penuh kabahagian ini, terimakasih atas segala nikmat yang Kau beri.
Untuk suamiku, aku akan selalu mencintaimu selama kau selalu mencintaiNya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar